Siger sangat dikenal di Lampung maupun di luar
lampung. Karena dikenal dan termasuk dalam ciri khas budaya maka menjadi simbol
khas daerah ini. Siger sendiri sangat identik dengan mahkota pengantin wanita
Lampung yang berbentuk segitiga. Warnanya emas dan biasanya memiliki cabang
atau lekuk berjumlah sembilan atau tujuh. Di masa kini siger bukan cuma sebagai
mahkota pengantin. Benda ini juga bisa sebagai perhiasan yang dipakai
sehari-hari. Ada yang bilang bentuknya mirip dengan Rumah Gadang kerajaan
Pagaruyung.
Siger merupakan benda untuk
kepentingan acara adat yang penting dalam ritual tradisional masyarakat
Lampung. Mahkota ini menjadi simbol kehormatan dan status sosial seseorang
dalam masyarakat Lampung. Secara umum, variasi bentuk siger berkembang seiring
perkembangan tradisi di dalam masyarakat adat di Lampung. Bisa terlihat dari
perbedaan bentuk siger dalam masyarakat adat Saibatin dan Pepadun.
Selain perbedaan dari kedua
masyarakat adat tersebut, masuknya kebudayaan Hindu-Buddha dan Islam juga ikut
memperkaya variasi bentuk siger yang ada di wilayah tertentu.
Kini siger bukan hanya
digunakan sebagai mahkota pada acara adat Suku Lampung, namun juga telah
menjadi icon berupa hiasan dan lambang kebanggaan Provinsi Lampung. Anda bisa
melihat contoah siger Lampung dalam ukuran besar di daerah Kabupaten Lampung
Selatan, tepatnya di dekat pelabuhan Bakauheni. Menara raksasa ini diberi
nama Menara Siger.
Menara Siger sendiri
dinobatkan menjadi titik nol Sumatra bagian selatan.Yang meresmikan langsung
adalah Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. pada 30 April 2008.
Menara Siger diharapkanbisa
mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) hingga 15%. Angka itu
berdasarkan perkiraan jumlah kendaraan 3.500 unit per hari dan 15 juta orang
per tahun yang melintasi Pelabuhan Bakauheni. Dengan asumsi 15 persen saja singgah
ke Menara Siger, maka setiap tahun akan menghasilkan pendapatan Rp12,5 miliar.
Tak heran, tempat ini menjadi bentuk destinasi wisata di wilayah Lampung
Selatan.
Lokasi Menara Siger kebanggaan
masyarakat Lampung tersebut berada di atas bukit dengan ketinggian 110 meter di
atas permukaan laut. Dibangin sejak tahun 2005 dengan menghabiskan biaya Rp15
miliar. Selain menjadi ikon pariwisata, Menara Siger dapat menjadi ikon
keagamaan, seni dan budaya, dan pendidikan.
Tapi, bukan saja di sana Anda
dapat menemukan siger sebagai ciri khas.
Kini kita bisa banyak menemui
berbagai jenis siger dan ukuran sebagai hiasan. Misalnya, pada tugu-tugu dan
kantor-kantor pemerintahan dan perusahaan. Bahkan di kota Bandar Lampung,
setiap bangunan seperti toko, ruko, pusat perbelanjaan dan setiap bangunan yang
berada di jalan kota Bandar Lampung telah diwajibkan menggunakan hiasan siger
diatas pintu masuk atau diatas (biasanya dekat bagian atap) pada bangunannya.
Jadi kalau kamu mau mencari
ciri khas Provinsi Lampung, siger adalah salah satu dari beberapa benda budaya
yang memang menandakan bahwa itu berasal dari kota yang sering juga disebut
dengan kota Lada. Dalam perjalanan di sepanjang kota Tanjungkarang, di puncak
tiang listrik Anda akan melihat siger kecil yang menambah nuansa lain dari
tiang kaku yang panjang itu. Bisa pula didapat di tugu selamat datang di
perbatasan kota atau tempat.
Sementara di toko-toko
souvenir, siger ini juga bisa dipajang sebagai gantungan kunci atau lukisan
dinding yang dibingkai. Kalau Anda ingin memiliki siger dalam bentuk aslinya,
bisa juga. Cuma pasti berat dan relative mahal mengingat dari bahan yang dibuat.
Buat kalian yang suka touring
jangan lupa mampir ke lampung dan singgah di siger lampung ya pemirsa pastikan anda akan menemukan keindahan keindahan pesona alam di provinsi lampung.

Post a Comment