Saturday, February 18, 2017

Siger merupakan icon lampung yang sangat dikenal di Lampung maupun di luar lampung


Siger  sangat dikenal di Lampung maupun di luar lampung. Karena dikenal dan termasuk dalam ciri khas budaya maka menjadi simbol khas daerah ini. Siger sendiri sangat identik dengan mahkota pengantin wanita Lampung yang berbentuk segitiga. Warnanya emas dan biasanya memiliki cabang atau lekuk berjumlah sembilan atau tujuh. Di masa kini siger bukan cuma sebagai mahkota pengantin. Benda ini juga bisa sebagai  perhiasan yang dipakai sehari-hari. Ada yang bilang bentuknya mirip dengan Rumah Gadang kerajaan Pagaruyung.

Siger merupakan benda untuk kepentingan acara adat yang penting dalam ritual tradisional masyarakat Lampung. Mahkota ini menjadi simbol kehormatan dan status sosial seseorang dalam masyarakat Lampung. Secara umum, variasi bentuk siger berkembang seiring perkembangan tradisi di dalam masyarakat adat di Lampung. Bisa terlihat dari perbedaan bentuk siger dalam masyarakat adat Saibatin dan Pepadun.
Selain perbedaan dari kedua masyarakat adat tersebut, masuknya kebudayaan Hindu-Buddha dan Islam juga ikut memperkaya variasi bentuk siger yang ada di wilayah tertentu.  
Kini siger bukan hanya digunakan sebagai mahkota pada acara adat Suku Lampung, namun juga telah menjadi icon berupa hiasan dan lambang kebanggaan Provinsi Lampung. Anda bisa melihat contoah siger Lampung dalam ukuran besar di daerah Kabupaten Lampung Selatan, tepatnya di dekat pelabuhan Bakauheni. Menara raksasa ini  diberi nama Menara Siger.


Menara Siger sendiri dinobatkan menjadi titik nol Sumatra bagian selatan.Yang meresmikan langsung adalah Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. pada 30 April 2008.
Menara Siger diharapkanbisa  mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) hingga 15%. Angka itu berdasarkan perkiraan jumlah kendaraan 3.500 unit per hari dan 15 juta orang per tahun yang melintasi Pelabuhan Bakauheni. Dengan asumsi 15 persen saja singgah ke Menara Siger, maka setiap tahun akan menghasilkan pendapatan Rp12,5 miliar. Tak heran, tempat ini menjadi bentuk destinasi wisata di wilayah Lampung Selatan.
Lokasi Menara Siger kebanggaan masyarakat Lampung tersebut berada di atas bukit dengan ketinggian 110 meter di atas permukaan laut. Dibangin sejak tahun 2005 dengan menghabiskan biaya Rp15 miliar. Selain menjadi ikon pariwisata, Menara Siger dapat menjadi ikon  keagamaan, seni dan budaya, dan pendidikan.
Tapi, bukan saja di sana Anda dapat menemukan siger sebagai ciri khas.
Kini kita bisa banyak menemui berbagai jenis siger dan ukuran sebagai hiasan. Misalnya, pada tugu-tugu dan kantor-kantor pemerintahan dan perusahaan. Bahkan di kota Bandar Lampung, setiap bangunan seperti toko, ruko, pusat perbelanjaan dan setiap bangunan yang berada di jalan kota Bandar Lampung telah diwajibkan menggunakan hiasan siger diatas pintu masuk atau diatas (biasanya dekat bagian atap) pada bangunannya.
Jadi kalau kamu mau mencari ciri khas Provinsi Lampung, siger adalah salah satu dari beberapa benda budaya yang memang menandakan bahwa itu berasal dari kota yang sering juga disebut dengan kota Lada. Dalam perjalanan di sepanjang kota Tanjungkarang, di puncak tiang listrik Anda akan melihat siger kecil yang menambah nuansa lain dari tiang kaku yang panjang itu. Bisa pula didapat di tugu selamat datang di perbatasan kota atau tempat.
Sementara di toko-toko souvenir, siger ini juga bisa dipajang sebagai gantungan kunci atau lukisan dinding yang dibingkai. Kalau Anda ingin memiliki siger dalam bentuk aslinya, bisa juga. Cuma pasti berat dan relative mahal mengingat dari bahan yang dibuat.
Buat kalian yang suka touring jangan lupa mampir ke lampung dan singgah di siger lampung ya pemirsa pastikan anda akan menemukan keindahan keindahan pesona alam di provinsi lampung.

Post a Comment

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search